Rivadin’s Blog
Meniti jalan menuju kemuliaan…

Petunjuk Praktis Memeras dan Menyimpan ASI Peras

Para ibu yang komitmen dalam memberikan ASI kepada bayinya, kadang atau bahkan sering memeras ASInya sebagai cadangan atau simpanan buat buah hatinya. Hal ini biasanya dilakukan bila sang ibu harus pergi dalam jarak dan atau waktu yang relatif jauh atau lama sehingga tidak bisa lagi menyusui bayinya yang terpaksa harus ditinggal di rumah.

Teknik pemerasan ASI secara konvensional bisa dilakukan dengan cara sebagai berikut :

  • siapkan wadah untuk menampung ASI berupa gelas atau mangkok atau sejenisnya (intinya yang memiliki penampang atas yaang  luas, sehingga ASI tidak tumpah saat diperas)
  • letakkan jari jempol di posisi jam 12 dan jari telunjuk di posisi jam 6 pada perbatasan antara areola mammae dengan kulit
  • tekan ke belakang ke arah dinding dada, kemudian pada posisi seperti ini pencetlah secara berulang sampai ASI keluar
  • kemudian posisi jempol bisa pindah ke arah jam 9 dan telunjuk di arah jam 3
  • ulangi prosedur tadi

Setelah diperoleh ASI peras maka ada beberapa cara penyimpanan yang bisa dilakukan.

Pertama, ASI tadi bisa ditaruh di dalam plastik khusus penampung ASI, atau botol plastik dengan food grade nomor 5, lalu diletakkan di freezer. Dalam kondisi begini ASI bisa bertahan berbulan-bulan (6 bulan). Satu hal yang harus diingat, tiap plastik atau botol harus diberi label tanggal masuk ke freezer, prinsip first in first out harus dipakai.

Kedua,ASI tadi ditaruh di dalam kulkas/pendingin (bukan di pintunya, tapi di rak bagian  dalam<suhu sekitar 4 derajat celcius>). Dalam kondisi begini ASI bisa bertahan selama 48 jam

Ketiga, ASI tadi ditaruh begitu saja pada suhu ruangan, maka ASI akan bertahan selama 6-8 jam saja.

Bila ASI yang disimpan di freezer tadi hendak diminumkan kepada bayi, maka ikuti cara seperti berikut ini :

  • letakkan plastik atau botol berisi ASI beku ke kulkas/lemari pendingin sampai mencair, biasanya kalau mau diminumkan pagi, mulai malam harinya ASI sudah harus mulai  dipindahkan  dari freezer ke lemari pendingin.
  • setelah cair, rendam ASI dalam botol tadi dalam air hangat sampai suhunya sama dengan suhu kamar
  • AS I yang lezat dan bergizi siap dihidangkan..

Ada catatan juga yang harus diingat, bahwa setiap ASI peras yang sudah keluar dari freezer dan ditaruh di lemari pendingin, maka hanya akan bertahan selama 24 jam, lain dengan fresh ASI , yang bila disimpan di lemari pendingin bisa tahan sampai 48 jam.

Selain itu, setiap ASI yang sudah keluar dari lemari pendingin, tidak boleh dikembalikan lagi ke lemari pendingin, artinya harus dimanfaatkan semuanya.

Dan, harus selalu diingat oleh kita semua bahwa setiap makhluk mamalia sudah ditakdirkan untuk disusui oleh ibunya, dan jenis susunya pun sesuai dengan karakteristik mamalia tersebut. Sehingga sebenarnya susu kuda adalah untuk anak kuda, susu kucing untuk anak kucing, susu sapi untuk anak sapi dan ASI lah yang terbaik untuk anak manusia.

<Pringwulung, dinihari saat Nadia nangis minta mimik umi>

Advertisements

No Responses to “Petunjuk Praktis Memeras dan Menyimpan ASI Peras”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: