Rivadin’s Blog
Meniti jalan menuju kemuliaan…

Cara Meminumkan ASI Peras

Ini sebenarnya lanjutan tulisan sebelumnya tentang cara memeras dan menyimpan ASI.

Pertama yang harus diingat, susu peras ini kita berikan bila ibu tidak berada di samping sang bayi. Bila ibu ada di samping bayinya, ngapain juga ngasih ASI peras, langsung saja kasih dari sumber aslinya.

Sehingga biasanya ASI peras ini diberikan oleh orang-orang yang dekat dengan bayi, selain ibu. Bisa bapak, nenek, kakek, tante, om, bahkan juga pengasuh anak.

Nah, bagaimana cara meminumkannya, apakah diminumkan dengan menggunakan botol/dot ?

Cara yang benar adalah dengan meminumkannya menggunakan cangkir kecil atau sendok. Tapi harus pelan-pelan, biarkan bayi menghisap dari tepi cangkir atau tepi sendok. Jangan dituang ke mulut kayak anak yang sudah besar, bisa aspirasi/keselek, bahaya !!

Mengapa tidak menggunakan botol/dot saja ?

Ternyata apabila bayi yang masih menyusu ibunya diberikan ASI peras dengan botol, maka sang bayi tadi akan mengalami bingung puting. Apa maksudnya bingung puting ? Yaitu ketika ibunya sudah pulang da hendak menyusui bayinya lagi, sang bayi akan kesulitan menyusu atau bahkan tidak mau lagi menyusu.

Karena pada proses alami menyusu, posisi yang benar adalah ketika puting menyentuh atap rongga mulut bagian belakang (palatum molle), sedangkan kalau menggunakan botol, maka hanya akan sampai di bagian rongga mulut yang lebih depan.

Inilah yang menyebabkan seorang ibu yang masih ingin menyusui bayinya harus manjauhkan botol susu dari bayinya.

<Pringwulung, dinihari saat Nadia nangis minta mimik umi>

Advertisements

2 Responses to “Cara Meminumkan ASI Peras”

  1. kalo udah terjadi bingung puting gimana?…apakah menjauhkan bayi dari dot adalah syarat mutlak bayi tidak bingung puting lagi…terimakasih atas jawabannya..

    • Ya, bayi harus dilatih lagi utk mengenal puting susu ibunya dengan menjauhkannya dari dot. Selain menyebabkan bingung puting, pemakaian dot juga bisa menjadi faktor resiko terjadinya sariawan karena infeksi jamur Candida maupun diare.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: